Thursday, 9 September 2010

Inkheart


Penulis: Cornelia Funke
Judul asli: Titenherz
Genre: Fantasi
Tanggal terbit: Januari, 2009

Sinopsis

Ayah Meggie---namanya Mo---memiliki kemampuan ajaib: ia bisa mengeluarkan tokoh-tokoh dari buku yang dibacanya. Sayangnya, kehadiran mereka ternyata harus ditukar dengan manusia-manusia di dunia nyata.

Sembilan tahun yang lalu, Mo membaca Tintenherz. Tanpa sengaja ia memunculkan berbagai tokoh jahat buku itu, dan membuat ibu Meggie lenyap karena masuk ke buku. Capricorn dan Basta, dua tokoh jahat dari buku tersebut, lantas menculik Mo karena ingin Mo memunculkan lebih banyak lagi tokoh jahat dari Tintenherz. Termasuk sang Bayangan, monster menakutkan yang akan bisa membunuh semua musuh Capricorn. Capricorn juga menyuruh Mo mengeluarkan harta dari berbagai buku untuk membiayai kejahatannya di dunia ini.

Maka bermunculanlah tokoh dari berbagai buku, termasuk Tinker Bell dari buku Peter Pan, Farid dari Kisah Seribu Satu Malam, troll, goblin, bahkan si prajurit timah.

Situasi makin rumit karena Meggie ternyata memiliki kemampuan yang sama dengan ayahnya!

Review

Waktu baca buku ini seolah-olah kayak saya masuk dan jadi bagian dalam cerita. Ibu Funke ini jago banget mendeskripsikan setiap latar dan lokasi yang ada di sana. Imajinasi saya pribadi yang didasarkan deskripsi Ibu Funke ini, ternyata persis sama dengan apa yang ada di film Inkheart yang baru aja keluar beberapa bulan yang lalu. Penokohannya juga kuat. Yang bagus itu kan kalo misalnya di buku-buku bergenre seperti ini kebanyakan si tokoh antagonisnya itu takut sama makhluk apa gitu. Nah, kalo di sini mereka takut sama polisi. Lucu, jadi sebenernya si tokoh antagonis yang berasal dari buku yang berlatar belakang kerajaan itu tiba-tiba masuk ke dunianya si Maggie ini dan harus berurusan dengan peralatan yang serba modern, terus orang-orang yang berprofesi beda. Jadinya aneh juga. Eh bukan aneh sih, lucu gitu tokoh dari kerajaan yang jadul gitu tiba-tiba ada di dunia modern dan ada polisinya.

Saran juga, lebih baik baca bukunya dulu sebelum nonton film. Dan kalian akan terkejut segimana imajinasi kalian mirip dengan yang ada di film. Iya sih imajinasi tiap orang beda-beda. Tapi jangan dulu nonton filmnya! Karena ada beberapa hal penting yang ada di buku ternyata gak ada di film. Dan setelah denger review dari temen-temen, mereka umumnya gak ngerti plot dan isi dari film itu sendiri.

Well, overall ini buku memang bagus dan sangat layak dibaca. Kenapa saya post buku ini di entri paling pertama blog ini? Karena itu tadi, Inkheart memang susah dilupain.

Selamat membaca, teman-teman!

3 comments: